Miss U…..
January 2003
Awal perkenalan kita gara-gara miscol dan sms yang sama-sama iseng. Waktu itu aku lagi butuh teman ngobrol. Kamu pikir, kamu berhasil ngerjain aku padahal aku yang nggerjain kamu. Tapi, kita harusnya bersyukur, karena hal tersebut kita bisa berteman.
November 2003
Kita sepakat membuat komitmen. Walaupun butuh waktu yang cukup lama untuk meyakinkanku tetapi kamu berhasil. Memang aku sempat mengelak tapi mesti aku akui bahwa cinta untukmu telah bersemi.
February 2004
Maaf sayang, hubungan kita tidak dapat kuteruskan. Kita beda prinsip. Dan berbagai alasan lain yang telah kuungkapkan dengan jujur dan apaadanya padamu. Ku harap kau mengerti!
Aku mengungkapkan ini bukan bermaksud untuk mengganggu kehidupanmu yang mungkin telah kau tata kembali. Aku hanya mengungkapkan kerinduanku tanpa pernah berharap kau mengetahuinya.
Mungkinkah kita akan bertemu???
Jangan mencemooh perbuatanku, karena inilah salah satu diriku diantara berbagai diriku yang lain. Mungkin besok aku tak seperti ini lagi. Mungkin lusa aku yang akan mengejek perbuatan yang kulakukan hari ini. Mungkin bulan depan aku menyesal melakukan ini. Tetapi mungkin tahun depan aku merasa nyaman karena telah melakukan sesuatu hari ini.
I just miss u, not more than that!
my self | Comments (2)Jgn ganggu…
Aku memang membutuhkan teman yang banyak
Tapi…
Maaf
aku punya kehidupan sendiri
yang kamu, dia dan mereka tak perlu tahu
yang kamu, dia dan mereka tak perlu merasakan
yang kamu, dia dan mereka tak perlu memahami
Diriku yang berbeda dari apa yang kau lihat, dengar dan rasakan
my self | Comments (2)Memberi
Hari ini aku menemukan sisi lain dari diriku sendiri. Aku bukan si pendiam, misterius, tak mudah ditebak atau apalah seperti yang slama ini beberapa orang nilai. Aku yah aku berbeda. Mungkin inilah diriku sebenarnya atau hmm… aku tak mengerti!
Aku menempelkan foto di atas kertas yang bertuliskan INI NASI BASI JANGAN DIBELI, kembalikan uang kami. Kertas itu kami buat untuk memberi warning kepada nasi yang dibeli nida,agar pemiliknya tau bahwa nasi yang dijualnya basi. Mungkin kalau seperti itu biasa saja tapi yang membuatnya beda dan membuat banyak orang tertawa adalah foto yang aku tempelkan. Foto karateku yang sangar. Menyeramkan. Tapi lucu. Tanpa takut. Tanpa ragu aku menempelkan foto itu dan meninggalkan di atas meja makan kami. Kepergian kami yang diiringi tawa membuat orang disekitar kami penasaran dan ingin meliihat foto itu dan dari jauh kumelihat merekapun ikut tertawa.
Tak ada maksud lain aku menempelkan foto itu selain sekedar menghibur orang disekitarku. Yang aku harapkan Cuma memberikan hiburan kepada orang lain. Makna hidup bagiku menerima dan tujuan hidup adalah memberi. Saat ini yang kumiliki hanyalah sebuah hiburan yang dapat sedikit mengusir penat, melupakan murung sejenak dan memercikkan sedikit kebahagiaan. Aku bahagia dapat memberi walaupun hanya sekedar tawa.
my self | Comment (0)