Workshop Pengembangan Penalaran
Tiga hari tepatnya tanggal 12-14 April 2007 ikut “Workshop Pengembangan Kapasitas Penalaran Mahasiswa Tingkat Universitas Hasanuddin” Kegiatan yang sudah lama saya nantikan.
Ceritanya, K Wiwin di telp Pak Syam, sekretaris jurusan bagian kemahasiswaan Arsitektur, untuk mengikuti acara itu. Tapi berhubung, Kak Wiwin berniat menyelesaikan studinya tahun depan maka perwakilan acara ini pun di serahkan kepada saya. Saat PR3 mengungkapkan tujuan kegiatan ini, tiba-tiba saja kak wiwin mengingat saya, aku kak wiwin neh.
Maka saya siapkanlah fisik dan mental untuk menghadapi acara yang pastinya bakal sangat membosankan itu. Ternyata persiapan itu sia2 soalnya kegiatan ini menarik. Disajikan dengan ringan dan populer. Menyeimbangkan antara otak kanan dan otak kiri.
Hmmm… tapi negatif thingking tetap ada. Dasar! Gimana tidak? Dalam satu hari dua kali snack dan satu kali makan. Dan snacknya da murahan. Enyak…~ Kalau tebak-tebakan seksi logistik berpengalaman sih, harga sedos snack sama dengan 2500 rupiah. Terus makanannya…. Hmmm… lezat [baca lejat... saking enaknya untuk ukuran mahasiswa kere] Hitung-hitungnya seh sekitar 10rb sedosnya. Jadi untuk konsumsi saja sudah menghabiskan dana sekitar 15.000 per orang di kali 50 jadi jumlahnya750rb. Karena tiga hari maka jumlah keseluruhan [hanya untuk logistik saja] sekitar 2,250jt. Banyak kan??? Nah dananya ini dari mana? Terus kenapa mesti ini diadakan? Huaaaah…. kok jadi anak ekonomi gini seh.
Well, terlepas dari itu semuanya acara ini memang asyik. Baik dari segi materi hingga penyajiannya. Intinya kita digiring untuk bisa menulis dengan menggunakan nalar. [tulisan ini sudah pake nalar belum ya?]
Menulis? I think it`s my live! Saya termasuk orang yang sulit mengaktualisasikan diri baik lwt prilaku maupun ucapan secara langsung. Aktualisasi dari pemikiran yang ada di labirin, rasa senang, sedih maupun kecewa saya ungkapkan lewat tulisan maupun design.
Dan karya ilmiah??? Jika hanya sekedar niat, sudah lama niat ini bersemayam dalam diri seorang yang oleh orangtuanya diberi judul Inar. SMA bahkan sejak SMP niat itu telah menggebu-gebu. Beribu judul [beribu? – hiperbola sekali kayaknya] telah disiapkan. Tetapi tidak ada motivasi yang membuat saya harus menuliskan itu apalagi lingkungan sekitar juga tidak mendukung. Jadinya, saya hanya mampu gigit jari melihat pengumuman lomba karya tulis. Pengen… tapi… hikz hikz hikz.
This is my dream. Menulis karya ilmiah 1, 2, 3 dan seterrusnya untuk menyalurkan hasil penalaranku [walaupun kadang ngaco! – itu berarti da logis ya?] Ah… whateverlah. Tulisan ini dibuat dalam rangka mengingat niat, pliz ingatkan niat ini. Bahwa “seorang bernama Inar mau fokus menulis karya ilmiah” Biarkan niat ini tumbuh dan berkembang, tidak layu seperti sebelumnya. Plizzz ingatkan!
Pergerakan Kemahasiswaan | Comment (0)Cukup!!!
Berhenti memandangku dgn tatapan itu, tatapan menghakimi, tatapan mendikte, tatapan penuh dengan cemooh lirih. Terasa mengiris-iris relung sukma. Mengoyak. Menghancurkanku.
Kini aku terhuyung-huyung. lemas. habis. tak ada gairah. rapuh. tenagaku telah terkuras tuk menjawab tanya demi tanya yg trs berkelabat di otakku. Gundah gulana. Kalut. Nelangsa.
Dan katamu, kata kalian aku ANEH!
Berdiam diri. berjalan tanpa arah. pandangan hampa, kosong. Mengoceh sendiri. katarsis dgn makan minum. Menyeruput kopi bergelas-gelas. mencapai orgasme dengan membaca dan menulis. Pulang tengah malam. Hanya karena aku sama dengan Hawa??? Apa pedulimu EGOIS…!
Tangisku berderai-derai di akhir malam. Meratapi kehidupan semuku. Kematianku. Bernampan-nampan harapan di balas dengan kekecewaan. Penggal-penggal kisah masa lalu makin membuat mataku memanas. "Apa, Siapa, Mengapa, Kapan, Dimana, Bagaimana" yang tak jua mampu kuselesaikan membuat kelopakku memberat menahan. Dan Tuhan… tak jua mehadirkan satu sosok untuk merangkulku, bergulung bersama pasang surut "pencarianku", berdiskusi… Bara emosi menjulur-julur di setiap aliran darahku… linanganku makin menjadi. Sekali lagi…, apa pedulimu???
Dan ketika fajar mulai memerah aku kembali bangkit dengan tetak sesak napas yang masih menyisa. melangkah. berhadapan denganmu, dengan kalian lagi…
Dan masih juga ku dapati pandangan itu, mengirim isyarat "selamat pagi orang ANEH…"
my self | Comment (1)