Kenapa “Winnie”

July 24th, 2007

Banyak yang bertanya, knp pake nama winnie…??? sok manis… Bukan. Bukan bermaksud sok manis saya menggunakan nama ini.

Saya da pernah membuat nama dengan begitu saja, semua harus punya arti, begitu pula winnie. Winnie berasal dari Win-ar-nie. Dua suku kata ini terletak di luar namaku. Hal ini berarti, inilah yang orang lain liat dari sosok Winarni yang sesungguhnya.

Akhirnya… Tulisanku di-BUKUkan!!!

July 12th, 2007

Hari ini.. untuk pertama kalinya, tulisanku betul-betul di bukukan, di cetak dalam banyak eksamplar… Rasanya aku ingin berlari sekencang-kencangnya pulang ke rumah dan mengetiknya rasa haru, senang, bahagia itu di atas keyboard ini…
Sebelumnya, saya pernah membukukan novel kisah dikdasku satu eksamplar dan dibaca bergilirang oleh teman-temanku. karena buku itu satu-satunya dan dibaca estafet, entah di tangan siapa, buku itu tercecer entah di mana. hingga akhirnya beberapa minggu yg lalu Ai menghubungi saya dan menyatakan apresiasinya terhadap tulisanku. katanya, ia mendapatkan buku itu di laci himpunan.
Menerbitkan sebuah BUKU adalah impian seorang penulis, termasuk saya. saya ingin tulisanku berguna bagi orang lain, jadi inspirasi dan membuat orang lain ikut menulis.
Sejak peluncuran buku tadi…, semangatku makin menjadi-jadi, jariku terasa gatal dan ingin mengetik lagi meneruskan draft tulisan yang masih tersimpan di folder ku. saya ingin BUKU ku terbit lagi… hari ini besok dan seterusnya… AMIEN…!!!

Buku!!!!

July 6th, 2007

Aku dan kk-ku suka buku. aku dan kk-ku senang membaca. aku dan kk-ku gemar menulis. Inilah kehidupan kami.

Sejak kecil kami telah diperkenalkan dengan buku oleh orang tua, bahkan sempat terbenam di otak kami, waktu itu aku msh sd dan kk-ku smp, untuk membuat sebuah taman baca di rumah.

Kini, kk-ku kembali menetap di rumah ini, setelah sekian lama ia merantau. Ku dapatkan dunia itu lagi. Bersamanya ke toko buku, membeli buku apa saja yang ingin kami baca. kemudian sesampainya di rumah, kami bergantian membaca setelah itu mendiskusikannya. Dan akupun membuat review ttg buku tersebut.

Mungkin ini satu dr sekian byk alasan yg mbuatku skr betah di rmh dan malas ke kampus.

di kampus, aku semakin sulit mendapatkan teman berdiskusi. mengenai ini, mengenai itu. ttg buku ini, ttg buku itu. entah aku yang menjauh, ataukah mereka memang tak ada lagi…. Sepi…itu yg kini aku rasakan.

Namun… sekali lagi duniaku terselamatkan dengan membaca dan menulis. Sepi menjadi ramai. sunyi menjadi riuh….