Jangan panggil aku “cengeng”

April 8th, 2008

Ingin aku menangis sepuasnya, bukan meratapi nasib tetapi melampiaskan emosi yang membekam dalam jiwa.

Derai air mata ingin ku alirkan ‘tuk menghapus gundah dan galau yang kian lama kian menyesakkan.
Derai air mata ingin ku alirkan ‘tuk menenangkan jiwa yang tersiksa
Derai air mata ingin ku alirkan ‘tuk menyampaikan bahasa yang tak mampu terucapkan
Derai air mata ingin ku alirkan ‘tuk kebahagian yang terlampau indah
Derai air mata ingin ku alirkan…

Tetapi aku tak bisa…
Aku tak ingin seorang pun yang melihat bendungan air mata ku bobol
Aku tak ingin mereka menyebut aku cengeng
Aku tak bisa menceritakan gundah dan gelisah ini pada semua orang yang akan bertanya ketika melihat mataku sembab.

Lalu…
haruskah aku menahan tangis???
dan membiarkan dadaku sesak
dan membiarkan aku merangkainya menjadi bom waktu
dan membiarkan aku menjadi mayat hidup
dan membiarkan energi negatif menghantuiku

aku ingin menangis
aku ingin menangis
Tetapi aku tak bisa

Adakah tempat yang bisa membiarkan aku menangis …
sepuasnya…
ataukah ku tumpahkan saja semuanya di pelukanmu???

—— Malam itu, aku ingin menangis sepuasnya, tetapi aku tak bisa ——




One Response to “Jangan panggil aku “cengeng””

  1.   adoi on April 14, 2008 12:08 pm

    maafkan diriku kalau selama ini anda tersiksa syG

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind